Respon Gubernur Sumbar Mahyeldi Terkait Erupsi Gunung Marapi: Masyarakat Diminta Waspada, Maksimalkan Evakuasi Pendaki

Metro- 07-12-2023 12:21
Gubernur Mahyeldi mendatangi posko Erupsi Batu Palano di Kabupaten Agam, Senin (4/12). (Dok : Istimewa)
Gubernur Mahyeldi mendatangi posko Erupsi Batu Palano di Kabupaten Agam, Senin (4/12). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Gunung Marapi mengalami erupsi pada Minggu (3/12) sekira pukul pukul 14.53 WIB. Di saat erupsi, ada sekitar 75 orang mendaki gunung itu. Hal ini membuat masyarakat Sumbar terkejut dengan adanya puluhan pendaki ketika erupsi berlangsung.

Mendengar ada peristiwa Gunung Marapi erupsi, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansyarullah langsung meresponnya dengan meminta BPBD, Dinas Sosial, PMI, Dinas Kesehatan Sumbar, dan instansi terkait lainnya untuk segera meluncur ke lokasi.

"Bantu warga, hilangkan kepanikan, lakukan aksi sesuai tupoksi, dan tetap berhati-hati selama bertugas di lapangan," ucap Mahyeldi saat meninjau posko erupsi Gunung Marapi di Batu Palanom Kabupaten Agam, Senin malam (4/12)

Di samping itu, masyarakat diminta untuk tidak panik, tetap waspada, dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang bersiliweran di media sosial terkait akibat erupsi tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat Sumbar, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Marapi untuk tetap waspada, tapi jangan panik berlebihan. Kejadiaj erupsi ini datang dari Allah, maka kepada Allah kita bertawakkal. Sembari itu, kita upayakan bersama-sama melakukan yang terbaik untuk menyikapi erupsi ini," ujar Mahyeldi lagi.

Sebagaimana keterangan resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG, Mahyeldi menyebutkan bahwa status Gunung Marapi saat ini berada pada level II (waspada). Di mana telah telah terjadi erupsi yang mengakibatkan terjadinya hujan abu dan butiran-butiran pasir.

Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi vertikal yang terkait dengan kejadian tersebut, untuk mengambil langkah lanjutan dala menyikapi kejadian erupsi. Masyarakat untuk selalu mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi, bila keluar rumah gunakan masker.

Tinjau Lokasi Evakuasi

Tidak menunggu lama, Mahyeldi yang mendapati laporan erupsi di Gunung Marapi, segera meninjau secara langsung proses evakuasi korban dari Posko Erupsi Batu Palano di Kabupaten Agam. Di sana Mahyeldi memerintahkan seluruh pihak terkait untuk bekerja maksimal dalam melakukan evakuasi terhadap seluruh korban dan telah menyiapkan Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi sebagai sarana pelayanan medis utama bagi para korban serta juga sebagai sarana istirahat bagi para keluarga korban.

"Kita telah berkomunikasi dengan dengan seluruh pihak terkait seperti BPBD, Basarnas, dan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, serta Relawan agar bekerja maksimal dan dapat mengevakuasi seluruh korban sesegera mungkin," ungkap Mahyeldi.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan akan langsung dibawa ke RSAM Bukittinggi untuk selanjutnya diberikan penanganan medis.

"Kita telah siagakan, para dokter beserta paramedis lainnya di RSAM khusus untuk penanganan korban erupsi Gunung Marapi, harapannya seluruh korban dapat tertangani secara maksimal," tegas Mahyeldi.

RSAM tidak hanya kita siapkan untuk korban semata tapi juga untuk para keluarga korban, sekaligus mempermudah mereka untuk mendapatkan perkembangan informasi dari lapangan. "Di RSAM juga kita fasilitasi ruang istirahat bagi para keluarga korban," tukuk Mahyeldi.

Kejadian erupsi tersebut, Mahyeldi mengajak seluruh masyarakat terutama yang bermukim disekitar kawasan Gunung Marapi untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan aktivitas sehari-hari, mengingat erupsi masih terus terjadi hingga saat ini.

"Seluruh pihak untuk tidak memposting gambar wajah para korban erupsi Gunung Marapi di media sosial, agar tidak menambah luka hati para keluarga korban,"pinta dia.

Seluruh Pendaki Ditemukan

Di pihak lain, Polisi menyatakan satu jenazah korban erupsi Gunung Marapi telah ditemukan pagi ini (Rabu/6/12). Dengan demikian, berdasarkan data pendaki di Posko BKSDA yang berjumlah 75 orang, sudah ditemukan seluruhnya.

Meski seluruh korban yang terdata sudah ditemukan, namun proses penyusuran masih akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi korban lain.

Soalnya berdasarkan data dari posko pengaduan di rumah sakit pada hari kedua evakusai korban, masih ada 30 keluarga yang belum terinfo keberadaan sanak saudaranya. Oleh karena itu, tim SAR gabungan terus lakukan penyisiran, tanpa menghiraukan kondisi kabut dan bahaya erupsi susukan yang terus terjadi saat proses evakuasi dilakukan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi membenarkan telah terjadi erupsi. Ketinggian kolom abu tidak teramati karena tertutup awan. Untuk radius erupsi masih di 3 kilometer.

Rifandi menjelaskan, status Gunung Marapi saat ini masih dalam level waspada. Masyarakat diharapkan tidak mendekati wilayah yang rawan terdampak erupsi. Jika keluar rumah masyarakat diminta menggunakan topi, kaca mata, jaket, serta masker karena ada hujan abu yang terbawa angin. Gunung Marapi terletak di daerah Agam dan Tanah Datar dengan ketinggian 2.891 meter dari permukaan laut.

Marapi Tertutup untuk Pendakian

Terpisah, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto menerangkan, proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan seperti TNI/Polri, Basarnas, BPDB, perangkat nagari, pengiat alam, dan relawan telah berakhir.

Ini menyusul telah ditemukannya korban terakhir dari erupsi Gunung Marapi oleh tim SAR pada Rabu (6/12).

Selain itu Wakapolda juga menekankan terkait kegiatan pendakian di gunung Marapi Sumatera Barat ini, bersama-sama dengan pihak terkait telah sepakat untuk kegiatan pendakian ke Gunung Marapi "DILARANG".

"Tidak ada lagi, "DILARANG" melakukan kegiatan pendakian Gunung Marapi Sumbar ini sampai waktu yang belum ditentukan," tegas Wakapolda Sumbar. (Adv)

Komentar