.
"Kita dari 23,3 persen menjadi 25,2 persen," paparnya.
Sesungguhnya, kata Lila, 12 kabupaten kota di Sumbar di bawah rata-rata nasional dan mengalami penurunan. Memang sayangnya, ada 5 kabupaten kota memiliki jumlah balitanya besar.
Yakni Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, dan Dharmasraya. Hampir 60 persen balita berada di lima kabupaten kota tersebut.
"Dengan sendirinya, sedikit saja kenaikan di lima kabupaten kota itu, maka berpengaruh pada angka stunting di Sumbar. Maka kelima kabupaten kota itu menjadi perhatian khusus kita dalam penanganan stunting," ungkap Lila.
Hal senada juga disampaikan Kepala BKKBN Sumbar Fatmawati.
"Pemerintah telah menargetkan pada tahun 2024 mendatang, angka Stunting harus 14 persen. Sementara angka stunting di Sumbar tahun 2022 meningkat. Kondisi demikian, Pemprov Sumbar harus extraordinary work untuk mencapai target dari pemerintah yang tinggal satu tahun ke depan," ucapnya.
Menekan angka stunting ini, sebut Fatmawati, BKKBN menurunkan lebih 10 ribu tim pendamping keluarga (TPK) ke kelurahan dan nagari di Sumbar. TPK tersebut terdiri atas bidang, kader PKK, serta kader KB.
"Mereka diberikan tugas untuk mendampingi calon pengantin, pasangan usia subur yang hamil, pasangan usia subur setelah melahirkan, hingga memiliki anak balita," ungkap Fatmawati.
Kemudian merangkul tokoh agama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumbar. "Saat ini kami telah mencetak 6 ribu lebih buku tentang stunting untuk didistribusikan ke seluruh DMI di Sumbar. Ini upaya percepatan penanganan stunting di Sumbar tentunya," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Apkesmi Kusnadi SKM mengatakan penanganan stunting tidak lagi menjadi tanggung jawab puskesmas. Akan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh sektor. Baik pemerintah, kesehatan, swasta dan lainnya.
"Ini sebuah kemajuan. Mudah-mudahan menjadi teman kita. Pada tahun 2018 puskesmas berjalan sendiri menangani stunting. Sekarang telah menjadi tanggung jawab seluruh sektor dengan terjadi penurunan stunting secara nasional 21 persen dari 14 persen ditargetkan tahun 2024," ungkapnya.


Komentar