.
"Dengan USG, rujukan ke rumah sakit bisa dilakukan lebih awal," ungkap Dovy.
Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Unand Prof Dr dr Masrul MSc SpGK berpandangan ada tiga intervensi yang mesti dilakukan dan menjadi titik fokus dalam mencegah stunting.
Pertama, yakni memberikan makan terhadap anak dengan asupan gizi yang cukup, bukan hanya sekadar memberi makan.
Kedua, berkaitan dengan parenting pengasuhan yang harus jadi perhatian.
Perlu diingat, guru besar dalam rumah tangga adalah ibu. Hasil kajian yang pernah dilakukan, menunjukkan pengasuhan anak umumnya pasif, padahal pengasuhan mestinya aktif.
"Hal ini tentulah tidak mudah juga dan paling berat adalah menstimulasi ini, apalagi orang tua yang sibuk dengan kerja," ungkapnya seraya menyebutkan ketiga adalah persoalan sanitasi belum mendapat perhatian dalam satu lingkungan masyarakat.
Sementara Rektor UNP Prof Ganefri PhD mengatakan dalam pencegahan stunting dibutuhkan peran kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus memiliki pemahaman mendalam tentang stunting dan kesadaran dampaknya.
Kemudian seorang pemimpin perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk pemerintah, LSM, sektor swasta untuk meningkatkan efektivitas program.
"Dan pemimpin berperan mendorong perubahan dalam penanganan stunting di tingkat kebijakan dan pelaksanaan program," tukas Ganefri.(ril)


Komentar