Pergencar Tanamkan Nilai Adat, Supardi Gendeng Pemangku Adat

Metro- 04-12-2023 09:12
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat menjadi pembicara dalam acara Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan Kota Payakumbuh, Senin (4/12) di Hotel Tripletree, Bukittinggi. (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat menjadi pembicara dalam acara Bimtek Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan Kota Payakumbuh, Senin (4/12) di Hotel Tripletree, Bukittinggi. (Dok : Istimewa)

.

Salah satu contohnya dalam permasalahan anak kurang gizi atau stunting. Dalam nilai adat dan budaya Minangkabau, lanjut Supardi, sudah ada penataan tentang ketahanan pangan keluarga dan suku. Jika hal ini diterapkan permasalahan stunting sangat bisa dihindari.

"Di Payakumbuh angka stunting relatif tinggi. Ini menjadi permasalahan yang mesti kita entaskan bersama," katanya.

Selain itu, Supardi mengatakan, adat dan budaya tidak bisa dinilai sebagai hal kuno yang tak sejalan dengan kebutuhan masa depan.

"Justru dengan nilai adat dan budaya yang sudah ada ini kita bisa menjadi daerah yang maju," tegas Supardi.

Ia mencontohkan, salah satunya Maek. Peradaban kuno ini di Limapuluh Kota. Ia mengatakan jika diekspos dengan baik, Maek akan menjadi hal yang menarik perhatian dunia.

Menurut dia, Maek merupakan peradaban kuno yang sangat bernilai wisata sejarah. Begitu juga dengan adat dan budaya lainnya di Sumbar, hal ini bisa menjadi potensi besar untuk memajukan daerah dan masyarakatnya.

"Pengelolaan adat budaya secara optimal akan menjadi pelestarian yang efektif untuk nilai adat dan budaya itu sendiri. Selain itu juga menyelesaikan permasalahan kemiskinan dan pengangguran karena sektor pariwisata yang digerakkan dengan mengekspos adat dan budaya" katanya.

Pada para peserta Bimtek tersebut Supardi mengajak untuk bersama-sama tak henti mementingkan urusan adat dan budaya. Pelestarian, pewarisan nilai-nilai dan mengeksposnya menjadi agenda wajib untuk menyelesaikan banyak persoalan. (cpt/*)

Komentar