Perkokoh Hubungan Sumbar-Malaysia: Raja Besar Negeri Sembilan Berkunjung ke Limapuluh Kota

Metro- 11-12-2023 10:14
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah terima cindera mata dari Tuanku Raja Besar Negeri IX Malaysia, Tengku Raja besar Ahmad Husen Bin Hamzah, Minggu (10/12). (Dok : Istimewa)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah terima cindera mata dari Tuanku Raja Besar Negeri IX Malaysia, Tengku Raja besar Ahmad Husen Bin Hamzah, Minggu (10/12). (Dok : Istimewa)

Limapuluh Kota, Arunala.com - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah sambut kunjungan silaturahmi Tuanku Raja Besar Negeri Sembilan, Malaysia, Tengku Raja besar Ahmad Husen Bin Hamzah dengan serumpun Minangkabau, di Rumah Gadang Sungai Baringin, Nagari Sungai Baringin, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (10/12).

"Beliau, Ahmad Husen Bin Hamzah adalah putra Minang yang berasal dari Nagari Maek, Kabupaten Limapuluh Kota, yang kini menjadi warga negara Malaysia serta dipercaya menjadi Tuanku Raja Besar Negeri Sembilan dan kemarin juga dipercayai oleh Datuak Tuanku Rajo Bosa di Nagari Maek.

"Kami ucapkan selamat datang kepada Tuanku Raja Besar Negeri Sembilan beserta Permaisuri Puti Intan Baiduri dan rombongan," ucap Mahyeldi.

Dia meyakini, kehadiran Tengku Raja Besar Negeri Sembilan beserta rombongan dapat memperkuat dan memperkokoh hubungan silaturahim Ranah Minang dengan Negeri Sembilan khususnya dengan Kabupaten Limapuluh Kota.

Mahyeldi juga menyebutkan, Sumbar di saat yang bersamaan juga kedatangan 25 perantau Minang lainnya yang berkumpul di Payakumbuh dan Kota Padang.

Terjalinnya hubungan dan ikatan yang kuat tersebut, sambungnya, merupakan pengejawantahan dari amant Undang-Undang Nomor 17 tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat, yang menyatakan bahwa Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta Adat Salingka Nagari sebagai karakteristik masyarakat Minangkabau, yang harus dipedomani dalam gerak langkah pembangunan Sumbar.

"Kami di Sumbar saat ini sedang berupaya memperkokoh dan memperkuat peran nagari untuk menghidupkan kembali budaya-budaya, termasuk potensi yang ada di ranah maupun di rantau. Mudah-mudahan melalui Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan LKAAM, bisa menjadi perhatian kita untuk memperkuat hal ini di setiap nagari," tutur Mahyeldi lagi dalam pertemuan itu.

Sementara, Tuanku Raja Besar Negeri Sembilan, Tengku Raja Besar Ahmad Husen Bin Hamzah mengatakan, kehadiran pihaknya di ranah Minang adalah dalam rangka pulang ke kampung halamannext

Komentar