Payakumbuh, Arunala.com - Pemahaman keterbukaan informasi publik (KIP) tidak hanya bagi badan publik (BP) saja, namun kini Komisi Informasi (KI) Sumbar juga menyasar para siswa di tingkat SMA dan SMK. Tujuannya agar penerapan keterbukaan informasi publik itu bisa diaktualisasikan sejak dini.
Ini yang terlihat dari keseriusan KI Sumbar dalam mengedukasi ratusan para siswa SMA dan SMK se Kota Payakumbuh dalam workshop yang dikombinasikan dengan penampilan seni siswa, di salah satu cafe di Kota Payakumbuh, Rabu (13/12).
Ketua DPRD Sumbar, Supardi menyebutkan, keterbukaan informasi publik harus jadi trendsetter bagi Sumbar.
"Untuk diketahui, ciri-ciri negara maju salah satunya adalah pemerintah bisa membuka akses seluas-luasnya nya kepada publik, apapun informasi di pemerintahan, kecuali memang informasi yang dikecualikan," kata Supardi saat membuka workshop KIP bagi para siswa itu.
Dihadapan para siswa, Supardi berpesan agar siswa di Payakumbuh benar-benar memahami nilai transparansi dan keterbukaan informasi publik, karena akan menjadi bekal untuk masa depan.
"Tertumpang harapan kami kepada siswa SMA dan SMK untuk memahami apa itu transparansi, keterbukaan informasi dan akuntabilitas, 10 tahun lagi kalian menjadi pemimpin, nilai nilai itu yang bisa melindungi kalian dari hal hal negatif," harap Supardi.
Dirinya juga mengapresiasi sekolah di Payakumbuh yang sudah memiliki PPID, ini membuktikan secara substansi Payakumbuh siap untuk terbuka.
Sementara Ketua Komisi Informasi (KI) Sumbar, Nofal Wiska menyebut, Payakumbuh harus menjadi epicentrum Keterbukaan Informasi Publik, melalui penguatan KIP kepada siswa.
"Kegiatan Baralek Gadang Keterbukaan Informasi Publik tahun ini adalah kegiatan kedua digelar di Payakumbuh, KI Sumbar berharap dari Payakumbuh ini nilai nilai KIP menyebar kepada siswa di kabupaten dan kota lain," ungkap Nofal Wiska. (cpt/*)


Komentar