Padang, Arunala.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar serahkan santunan pada korban erupsi Gunung Marapi.
Pemberian santunan ini dilakukan di Politeknik Negeri Padang (PNP) dan diterima oleh keluarga korban erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12) lalu. Santunan tersebut berasal dari pihak Asuransi dan BKSDA Sumbar.
"Sekarang ini ada 15 orang menerima santunan, sedangkan mahasiswa UNP menjadi korban diberikan pada wisuda. Hal ini sesuai dengan permintaan dari Rektor UNP," kata Plh Kepala BKSDA, Dian Indriani di Padang.
Berdasarkan data daftar penerima santunan tercatat sebanyak 35 orang baik yang meninggal dunia, rawat inap, maupun rawat jalan. "Santunan pasti berikan pada semua korban erupsi Gunung Marapi," jelas Dian Indriani.
Menurutnya, santunan dari BKSDA Sumbar diberikan pada korban meninggal dunia sebesar Rp 2 juta per orang, luka berat sebesar Rp 7.250.000 per orang, untuk luka yang dirawat sebesar Rp 3,5 juta per orang, luka ringan Rp 1,5 juta per orang.
Dari pihak Asuransi, besaran santunan untuk meninggal dunia sebesar Rp 8 juta per orang, korban luka berat sebesar Rp7.250.000 per orang, korban rawat jalan Rp 4 juta dan luka ringan Rp 1 juta per orang.
"Santunan ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab BKSDA Sumbar selaku pengelola Taman Wisata Alam Gunung Marapi," ungkapnya.
Jika mengacu dalam klausal asuransi ini, kata Dian, sebenarnya tidak menanggung korban yang disebabkan bencana alam atau cidera akibat latihan militer.
Namun selaku pihak pengelola memiliki tanggung jawab moril terus komunikasi dengan pihak asuransi, akhirnya memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian dan kemanusian pada korban erupsi Gunung Marapi.
"Jadi diberikan ini buka klaim asuransi karena bencana alam tidak masuk dalam polisi asuransi," jelas Dian lagi.


Komentar