Padang, Arunala.com - Keberadaan jurnalis sebagai mitra pemerintah cukup mendapat perhatian dari Ketua DPRD Sumbar, Supardi. Bahkan dalam bincang-bincang dengan beberapa orang pengurus PWI Sumbar, di Padang, Minggu kemarin (24/12), Supardi mengatakan, akan terasa hambar pelaksanaan pembangunan daerah tanpa karya pers dan media.
Apa yang disampaikan Supardi itu berkaitan dengan UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang ada sekarang.
Jadi, setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan badan publik di Sumbar, termasuk DPRD Sumbar sendiri, tidak akan terlihat progressnya tanpa bantuan dari media," kata Supardi.
Untuk itu, secara pribadi Supardi mengakui, bahwa dirinya amat menyadari peran pers dan media telah memberikan kontribusi besar selama ini, dan banyak karya yang dibuat para jurnalis untuk kemajuan Sumbar hingga saat ini.
Supardi menjelaskan, sejak dari meraih kemerdekaan Indonesia, pers dan media jadi motor penggerak semangat perjuangan.
"Dan saat ini, pers dan media jadi motor penggerak informasi pembangunan, yang mencerdaskan, memajukan, menghibur dan memberikan informasi yang mendidik dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, jika tidak ada pers dan media entahlah," ujar Supardi.
Meski memahami besar dan pentingnya kontribusi dari pers, namun Supardi juga menerangkan masih ada yang kurang dalam pemberitaan pembangunan daerah Sumbar saat ini.
"Hampir tidak terdapat narasi-narasi cerdas, mengugah dari para jurnalis dalam pemberitaan medianya. Sehingga antusias masyarakat ikut serta majukan pembangunan Sumbar kurang terlihat nyata," sambung Supardi.
Karena itu, dirinya melalui PWI Sumbar berharap ada iven skala provinsi yang dapat memberikan dorongan kemajuan profesi jurnalis tumbuh berkembang di Sumbar.


Komentar