Peradaban di Maek Terus Digali: Supardi Ingin Maek Masuk Cagar Budaya Berkelanjutan

Metro- 26-12-2023 11:29
Ketua DPRD Sumbar, Supardi berikan penjelasan soal keberadaan peradaban Maek dalam kegiatan studi kelayakan sebagai cagar budaya, di Padang, Minggu (24/12) kemarin. (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi berikan penjelasan soal keberadaan peradaban Maek dalam kegiatan studi kelayakan sebagai cagar budaya, di Padang, Minggu (24/12) kemarin. (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Kawasan Maek di Kabupaten Limapuluh Kota untuk menjadi kawasan cagar budaya berkelanjutan, terus diupayakan Ketua DPRD Sumbar, Supardi secara konsisten.

Terbaru, diadakannya studi kelayakan (feasibility study) kawasan 1000 Menhir ini di Padang, di Padang, Minggu (24/12).

"Ada misteri yang mesti kita ungkap dengan baik, pada abad berapa keberadaan kawasan Maek ini di Limapuluh Kota, dan seberapa banyak Menhir yang ada di kawasan itu sebelumnya. Ini adalah lahan tambang kekayaan peradaban tertua dunia yang berada di ranah minang," ucap Supardi dalam pembukaan kegiatan studi kelayakan kawasan Maek itu.

Supardi mengatakan, apabila peradaban Maek ini dikelola dengan baik akan dapat menjadi perhatian dunia baik dalam sektor penelitian ilmu pengetahuan juga sebagai wisata dunia berbasiskan budaya dan peradaban dunia.

"Saya berkeyakinan, Maek merupakan peradaban pertama di Indonesia. Kita mesti ungkap dari hasil fosil tengkorak yang telah ditemukan untuk memastikan keberadaannya pada zaman berapa ? Untuk semua ini kita proses melalui kementerian kebudayaan dan Badan Riset Nasional dan mengirimkan ke laboratoriun di Australia saat ini masih menunggu hasil," ungkap Supardi lagi.

Ia juga menyampaikan, amat berterima kasih kepada Dinas Kebudayaan Sumbar yang telah cepat merespon dengan berbagai kegiatan serta juga Universitas Negeri Padang (UNP) yang juga telah melakukan penelitian di Nagari Maek selama lebih dua bulan lamanya.

"Dan hari ini, hasil penelitian UNP itulah yang kita diskusikan bersama, pemerintahan Nagari Maek, tokoh masyarakat Maek, serta perangkat nagari. Terima Kasih juga atas support dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar atas peran pentingnya pada setiap proses bersejarah yang juga ditunggu-tunggu Unesco, " terangnya.

Supardi juga dengan tegas menjelaskan, keberadaan peradaban Maek bukan masalah yang berhubungan dengan politik, tapi Maek adalah persoalan harga diri, persoalan budaya dan peradaban, sejarah dan ilmu pengetahuannext

Komentar