.
"Pangek ikan ini biasanya berkuah. Nah kita membuat sebuah inovasi, dalam bentuk kering dengan cita rasa Minang," tuturnya.
Ia menjelaskan keunggulan produk ini bisa tahan selama delapan bulan tanpa ditaroh dalam pendingin.
"Kemudian praktis dibawa dengan kemasan simpel," ucapnya.
Selain itu, sebut Uni Mel--panggilan akrabnya, bisa dikonsumsi dalam berbagai acara. Baik piknik maupun umrah.
"Bahkan juga bisa dijadikan toping atau menjadi lauk untuk makan sehari-hari," ungkap Uni Mel.
Ia mengatakan saat ini tersedia level ekstra pedas dan level sedang pangek ikan. "Dalam pemasaran produk kami memanfaatkan reseler. Kemudian menyediakan tester untuk dicoba oleh konsumen akhirnya tertarik melakukan pemesanan," ujarnya.
Unie Que, sebut Uni Mel, diartikan Unie itu artinya kakak perempuan. Sementara Que itu artinya saya. Jadi kakak perempuan saya. "Dilambangkan dengan gonjong melambangkan Minang. Kemudian ada bumbu masakan yang diartikan cita rasa Minang," papar Uni Mel.
Ia menyebutkan pangek ikan kering ini diproduksi di Kompleks Perumahan Permata Rizano Blok E No 16 Cubadak Kecamatan Limo Kaum, Tanahdatar.
"Kami memiliki tim 17 orang dan 5 tim produksi. Ada bagian marketing, supplier, packaging dan administrasi," sebutnya seraya menyebutkan media promosi di instagram @bumbuunieque dan Facebook bumbuunieque dan tersedia di marketplace. (ril/*)
Halaman 12


Komentar