Limapuluh Kota, Arunala.com, Pascabencana longsor di Kabupaten Limapuluh Kota beberapa hari yang lalu, mempengaruhi arus lalu lintas antar Sumbar-Riau. Mengingat dari bencana itu, juga menjadikan jalan penghubung dua provinsi ini di Kabupaten Limapuluh Kota ikut ambrol beberapa meter panjangnya.
Mengetahui hal ini, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah langsung meninjau kondisi jalan yang ambrol dan sejumlah titik jalan lainnya di jalur lintas Sumbar-Riau itu, Kamis (28/12) kemarin.
"Saya sudah meninjau beberapa titik jalan yang rusak baik yang ambrol maupun yang tertimpa material longsor. Bahkan ada bahu jalan yang amblas. Secara umum kondisi jalan Sumbar-Riau di Pangkalan saat ini memang mengkhawatirkan," ucap Mahyeldi di sela-sela meninjau kondisi jalan tersebut.
Pemprov Sumbar menyadari, sambung Mahyeldi, bahwa masyarakat secara ekonomi sangat tergantung pada akses jalan Sumbar-Riau. Namun, kejadian bencana longsor pada Minggu (24/12) lalu itu telah menyebabkan terputusnya akses jalan tersebut, sehingga turut mengganggu aktivitas perekonomian di kedua provinsi.
"Jalur ini sangat berarti penting bagi perekonomian Sumbar. Bahkan selain jalan, longsor juga mengakibatkan ada tiang listrik yang tumbang hingga pondasi Sutet yang ikut tergerus," ucapnya lagi.
Kondisi kerusakan jalan yang terjadi pascalongsor, imbuh Mahyeldi, membutuhkan respons cepat perbaikan sekaligus pemetaan strategis untuk jangka panjang agar moda transportasi Sumbar-Riau bisa lebih optimal saat melintasi jalur tersebut.
Ia juga berterima kasih karena Balai Jalan Nasional sudah mulai melakukan pengerjaan, sekaligus mengantisipasi alternatif pelebaran jalan sehingga kendaraan tetap bisa melintas.
Di sisi lain, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Thabrani mengatakan, hingga saat ini (Kamis, red) pihaknya masih terus berupaya memaksimalkan perbaikan jalan di setiap titik-titik yang tertimpa longsor.
"Untuk sementara waktu harus akses buka-tutup dulu," ujarnya. (drz/adpsb)


Komentar