Sumedang, Arunala.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Minggu (31/1) mengakibatkan kepanikan warga dan kerusakan sejumlah bangunan rumah warga.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dipicu oleh sesar aktif yang masih belum terpetakan.
"Jadi gempa ini terletak persis di Kota Sumedang sesuai dengan lokasi kerusakan yang terjadi, sehingga gempa tersebut dipicu oleh sesar aktif yang belum terpetakan," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono dalam konferensi pers di kanal YouTube BMKG, Senin (1/1) dini hari.
Daryono mengatakan,kejadian gempa bumi inimenjadi perhatian serius pihaknya untuk mempelajari titik sesar gempa yang belum terpetakan untuk meminimalisir banyaknya korban jiwa.
"Karena sesar-sesar yang ada itu jauh dari pusatkota Sumedang, sehingga ini perlu mendapatkan perhatian kita untuk aktivitas sesar ini untuk antisipasi kedepannya untuk perencanaan pembangunan ke depan diSumedang," katanya.
Daryono menjelaskan gempa dangkal yang terjadi di Sumedang cukup berbahaya apabila titik pusat gempa beradadi pemukiman padat penduduk dengan kekuatan berskala besar dan tidak tahan gempa.
"Karena kedalamannya yang sangat dangkal, terjadi persoalan karena banyaknya sekali rumah-rumah yang dibangun tidak tahan gempa," kata dia.
Sementara menurut pernyataan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (1/1/2024), terjadi keretakan dinding "Cisumdawu Twin Tunel", terowongan di Tol Cisumdawu.
"Forkopimda masih berkoordinasi dengan CKJT selalu pengelola Tol Cisumdawu,"kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Di sisi lain, sebanyak 331 pasien RSUD Sumedang yang terdiri dari 248 pasien rawat inap dan 83 pasien IDG dievakuasi ke halaman gedung dan lima tenda yang ditempatkan di jalan raya. Ada tiga bangunan rumah sakit yang retak meliputi gedung Paviliun, VIP dan Sakura.
Rumah sakit lain, RS Pakuon dalam kondisi aman. Namun seluruh pasien tetap dievakuasi keluar gedung sebagai antisipasi hingga kondisi dapat dipastikan aman dan terkendali. (cpt/*)


Komentar