Abu Vulkanik kembali Ganggu Penerbangan di BIM, Belasan Penerbangan Cancel

Metro- 05-01-2024 14:17
Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padangpariaman. (Dok : Istimewa)
Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padangpariaman. (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala.com - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Marapi kembali mengganggu rute penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (5/1).

Akibatnya, Bandara ini kembali ditutup sementara (Notice To Airmen atau Notam)oleh pihak AP II BIM selaku operator Bandara. Penutupan sementara BIM ini juga pernah dilakukan sebelum tanggal 22 Desember 2023 lalu.

EGM AP II cabang BIM, Indrawansyah yang dihubungi Arunala.com, Jumat siang (5/1) membenarkan pihaknya menutup sementara operasional BIM untuk sementara.

"Penyebabnya sama dengan kejadian penutupan sementara di BIM sebelum tanggal 22 Desember 2023 lalu, yakni akibat adanya abu vulkanik dari Gunung Marapi yang erupsi pada Jumat pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Akibatnya rute penerbangan dari maupun menuju BIM terganggu," ucap Indrawansyah.

Menghindari kejadian yang lebih besar lagi pada penumpang pesawat, lanjutnya, BIM ditutup sementara yang dimulai pukul 10.45 - 16.00 WIB.

Indrawansyah menambahkan, Bila kondisi tidak memungkinkan, notam bakal perpanjang sampai keadaan memungkinkan.

Ditanya dari penutupan sementara BIM ini, berapa banyak pergerakan pesawat di dicancel?

Indrawansyah menjawab cukup banyak juga jadwal penerbangan yang dicancel di BIM saat itu.

"Untuk kedatangan, ada sebanyak 14 penerbang menuju BIM yang cancel atau didelay pihak maskapai masing-masing. Dari 14 penerbangan itu diperkirakan jumlah penumpangnya mencapai 2037 penumpang," terang Indrawansyah.

Selainnya, jelas dia, ada satu pesawat yang balik ke bandara asal (return to base) yaitu Garuda dengan nomor penerbangan GIA 148, dan satu pesawat yang dialihkan pendaratannya ke Bandara Kuala Namu Medan yakni Lion Air dengan nomor penerbangan JT 144.

Adapun untuk keberangkatan, sambung Indrawansyah, terdapat 13 penerbangan dengan jumlah 1.701 penumpang.

"Pesawat yang gagal berangkat itu adalah 8 penerbangan menuju Soetta, 1 penerbangan menuju Halim Perdana Kesuma, 2 penerbangan rute Batam dan 2 penerbangan lagi tujuan Kuala Lumpur, Malaysia," kata Indrawansyah. (cpt)

Komentar