.
Lebih lanjut, Iing menjelaskan, pihaknya akan terus memonitor dan melakukan evaluasi terkait adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunungapi Lewotobi Laki-Laki.
Seluruh dasar pengambilan keputusan akan dilaksanakan berdasarkan hasil rekaman instrumen yang dimiliki oleh Pos Pemantauan Gunungapi di sana.
"Kami tetap berpatokan pada hasil rekaman instrumen jadi kita tetap mengikuti perkembangan dari erupsi tersebut," tandas Iing.
Tetap Tenang dan Waspada
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Kabupaten Flores Timur bersama Puskesmas setempat telah turun ke lapangan untuk membagikan masker sebagai antisipasi adanya sebaran abu vulkanik yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
BPBD Kabupaten Flores Timur juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada, tenang dan tidak terpancing dengan informasi yang beredar dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
"Terkait penanganan di lapangan, sebelum meningkat ke level III dan sekarang menjadi level IV, BPBD dan Puskesmas Boru sudah melakukan pembagian masker sekaligus menghimbau warga lewat grup WA yang beranggotakan Para Camat dan Kades/ Lurah agar tetap waspada," jelas Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Flores Timur, Yohanes Bergman.
Lebih lanjut, masyarakat juga diminta untuk terus memperbarui perkembangan erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki dan mengikuti seluruh arahan dari pemerintah.
Sebelumnya pada Rabu dini hari pukul 01.30 WIB sempat terjadi kepanikan warga atas peningkatan aktivitas vulkanik yang menyusul ditetapkannya status gunungapi tersebut. Tim SAR gabungan kemudian berpatroli menenangkan warga dan memberikan informasi secara detil perkembangan gunungapi setinggi 1.737 mdpl itu.
"Untuk menghindari informasi hoaks, kesatuan TNI-Polri bersama tim SAR gabungan senantiasa melaksanakan patroli dan mengedukasi masyarakat agar selalu mengikuti arahan pemerintah," jelas Yohanes. (drz/*)


Komentar