Peringatan Peristiwa Situjuah Batua: Supardi: Patriotisme Pejuang PDRI Pertahankan RI dari Penjajah

Metro- 15-01-2024 18:05
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat mengikuti peringatan kejadian Situjuah Batua, di Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (15/1). (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat mengikuti peringatan kejadian Situjuah Batua, di Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (15/1). (Dok : Istimewa)

Limapuluh Kota, Arunala.com - Meninggalnya sejumlah pejuang melawan penjajah Belanda diNagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota beberapa puluh tahun lalu, menjadi sejarah kelam bagi masyarakat setempat, dan Sumbar umumnya.

Kejadian berdarah yang menewaskan para pejuang kemerdekaan itu yang kemudian dikenang dengan peristiwa Situjuah itu,nyatanya masih membekas bagi masyarakat Sumbar hingga kini.

"Namun perlu dicatat dan dikenang, peristiwa Situjuah itu merupakan semangat patriot masyarakat Sumbar mendedikasikan diri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," ungkap Ketua DPRD Sumbar, Supardidisela-sela kegiatan peringatan Peristiwa Situjuah di Nagari Situjuah Batua, Senin (15/1).
Melihat tingginya semangat patriot itu, Supardi meyakini hal itu terus mengakar di hati masyarakat Sumbar hingga saat ini.

Semangat itu juga terus dikenang dan ditularkan dari generasi ke generasi yang arahkan untuk memajukan pembangunan daerah.

"Berbagai hal dalam pengembangan sumberdaya manusia generasi muda Sumbar, kita support dalam pendidikan dan bintek-bintek skill terutama memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang dituangkan dalam pokok-pokok pikiran dewan," ujar Supardi.

Pendirian Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumbar, sebut Supardi, telah dijadikan Hari Bela Negara. Saat itu Indonesia mendirikan pemerintahan darurat yang dibentuk pada 22 Desember 1948, dan dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara.

"Pemerintahan itu dibentuk karena ditangkap dan diasingkan nya beberapa orang pemimpin Republik IndonesiayaituPresidenSoekarno,Wakil Presiden Mohammad Hatta, Menteri Luar NegeriAgus Salim, Sjahrir dan lainnya oleh Belandaketika terjadi Agresi Militer Belanda IIpada 19 Desember 1948," ungkapnya.

Kemudian, dalam salah satu mata rantai perjuangan PDRI itulah terjadi peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949, puluhan pejuang yang terdiri dari beberapa pimpinan dan puluhan anggota pasukan Barisan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK) tewas diberondong tembakan oleh pihak penjajah Belandanext

Komentar