Solsel, Arunala.com - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan (Solsel) mengawali patroli pengawasannya di masa tenang dengan menggelar apel siaga di kantor Bawaslu setempat yang diikuti seluruh pengawasan kecamatan, Satpol PP, TNI dan kepolisian setempat, Minggu (11/2).
Ketua Bawaslu Solsel, Zulnasri dalam menegaskan tiga lagi tahapan pemungutan suara dilalukan di tiap TPS di kabupaten ini. Sejalan dengan itu, Bawaslu RI mengeluarkan instruksi terkait masa tenang kampanye yang dimulai Minggu (11/2) hingga Rabu (13/2).
"Dimasa tenang ini, kami bentuk tim pengawasan dengan cara lakukan patroli pengawasan ke sejumlah lokasi di kabupaten ini. Tujuannya untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu, seperti money politik yang dianggap rawan terjadi jelang hari pemungutan suara ini," kata Zulnasri kepada Arunala.com di kantor Bawaslu Solsel, Minggu (11/2).
Dia mengaku, tim patroli tidak saja dibentuk Bawaslu kabupaten, namun ia meminta Panwascam yang ada di tujuh kecamatan juga bentuk tim yang sama dengan melibatkan pengawas TPS di masing-masing wilayah kerja mereka.
Ia menambahkan, meski tim patroli pengawasan tidak bisa langsung cegah tindak kerawanan pemilu, setidaknya bisa meminimalisir atau mencegah upaya terjadinya tindak pelanggaran itu.
Hal lainnya disampaikan Zulnasri, patroli pengawasan juga akan melakukan pengawasan dalam penertiban alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu.
"Sebenarnya leading sector penertiban APK ini berada di pihak KPU, namun sebagai Bawaslu juga punya kewajiban mengawasi penertiban APK itu," ucap Zulnasri lagi.
Ditanya, sejauh ini indikasi kerawanan apa yang ada di Solsel? Ia menjawab secara umum indikasi tindak kerawanan bisa dikatakan sama dengan daerah lain, misalnya dugaan netralitas ASN, perobekan APK dan money politic.


Komentar