Banjir Lahar Dingin Marapi, 251 Jiwa Terdampak

Metro- 06-04-2024 10:59
Warga Bukikbatabuah mulai membersihkan toko miliknya pascabanjir lahar dingin Gunung Merapi melanda wilayah tersebut, Sabtu (6/4). IST
Warga Bukikbatabuah mulai membersihkan toko miliknya pascabanjir lahar dingin Gunung Merapi melanda wilayah tersebut, Sabtu (6/4). IST

Agam, Arunala.com--Bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi melanda Nagari Bukikbatabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Jumat (5/4) sore. Akibatnya, 78 kepala keluarga atau 251 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.

"Dari data sementara yang dikumpulkan wali jorong lebih kurang 40 rumah dengan 78 kepala keluarga atau 251 jiwa terdampak. Dan puluhan warga diungsikan," kata Wali Nagari Bukikbatabuah, Firdaus, Sabtu (6/4).

Ia mengatakan untuk penanganan darurat, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, Basarnas, TNI-Polri, Pemuda Pancasila, KSB, dan dinas terkait Pemkab Agam telah mendirikan posko pengungsian sementara di SDN 09 Simpang Mudik.

"Bagi masyarakat terdampak diungsikan di posko SD 09 simpang Mudik. Dan sebagian lagi ke rumah saudara-saudara mereka," sebut Firdaus.

Firdaus menyebutkan akibat peristiwa ini, tiga rumah roboh. Totalnya ada 40 rumah baik roboh, rusak berat dan rusak sedang. "Saat ini masih dalam proses pendataan kerusakan dan kerugian yang dialami akibat bencana ini," tuturnya.

Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa. "Namun saat kejadian ada dua warga terseret arus. Alhamdulillah terselamatkan," ujar Firdaus.

Kondisi terkini, tutur Firdaus, masyarakat secara bergotong royong mulai membersihkan rumah dan toko mereka terkena banjir lahar dingin. "Saat ini masyarakat mulai membersihkan rumah dan toko mereka. Dan ada juga menyelamatkan sisa hasil pertanian mereka," ucapnya.

Ia pun menceritakan kembali pertama kali peristiwa banjir lahar ini terjadi. Sewaktu kejadian menjelang Ashar, pertama kali masyarakat ada mendengar dentuman gunung Marapi.

"Setelah mendengar itu, beberapa masyarakat dan pemuda menuju aliran sungai. Ternyata sudah ada aliran lahar dingin bewarna hitam. Jarak waktu lebih kurang 10-15 menit itu, air ini meningkat. Saat shalat Ashar banjir lahar dingin sudah menggenangi nagari. Dan langsung meluap," ungkapnya.

Bupati Meninjau

Saat kejadian, Bupati Agam Andri Warman langsung meninjau lokasi kejadian bersama Dandim 0304/Agam, Kapolresta Bukittinggi dan Kalaksa BPBD Agam Budi Perwira Negara, menelusuri beberapa lokasi terdampak dan memantau kondisi langsung di lapangan, termasuk meminta warga untuk tetap sabar dan tawakal menghadapi cobaan tersebutnext

Komentar