Agam, Arunala.com--Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA). Serta menggunakan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dalam keterangan persnya.
Selain itu, imbaunya, agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh. "Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah," ajaknya.
Ia menjelaskan rangkaian erupsi Gunung Marapi terjadi berkali-kali sejak 3 Desember 2023 hingga saat ini. Atas rangkaian peristiwa telah menghasilkan deposit material letusan berukuran abu, lapili, hingga batu/bom vulkanik di daerah puncak dan lereng Gunung Marapi.
"Pada saat turun hujan, air mengisi aliran sungai dan bercampur dengan endapan material vulkanik tersebut menghasilkan lahar yang akan mengalir ke daerah dengan elevasi yang lebih rendah. Terutama mengikuti aliran sungai-sungai yang berhulu langsung di puncak Gunung Marapi," ucapnya.
Berdasar rekaman seismograf di Pos PGA Marapi pada Jumat (5/4) pukul 14.00-15.30, terekam getaran atau remor yang berasal dari hujan lebat yang turun di sekitar puncak.
“Getaran ini kemudian mengakibatkan terjadinya banjir lahar di beberapa lokasi. Yakni Nagari Bukikbatabuah, Nagari Aiaangek, Sungaipua dan beberapa sungai yang mengalir ke Batipuh," tuturnya.
Ia menyebutkan hingga tadi malam, rekaman seismograf masih mengindikasikan adanya hujan yang turun di wilayah Gunung Marapi. "Sehubungan dengan hal itu, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap lahar maka diimbau kembali agar masyarakat untuk sementara waktu menjauhi bantaran/aliran sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Marapi," imbaunyanext


Komentar