Padang, Arunala.com--RSUP Dr M Djamil terus memberikan pelayanan optimal demi kesembuhan pasien serangan hewan buas beruang di Pasaman Barat bernama Mas Abidah (40). Pasien itu telah menjalani empat tahapan operasi untuk mengembalikan bentuk wajahnya setidaknya mendekati seperti baik dan untuk dilihat sama orang.
"Secara umum wajah pasien lebih dari 50 persen hilang akibat serangan beruang yang acak. Mengakibatkan wajah, kulit kepala, tangan kanan, tungkai kiri dalam kondisi hancur. Dan menjadi masalah adalah wajah pasien. Karena pada wajahnya mulai dari hidung, mata kiri beserta kelopak mata, bagian sisi dan di atas telinga, dan bibir atas hilang," kata Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang menangani pasien, dr Deddy Saputra SpBP-RE Subsp LBL (K).
Dokter Spesialis Bedah Plastik ini mengatakan pada operasi tahap ke empat telah dilakukan memodali hidung dan bibir atas yang sudah hilang. "Kita gunakan daging dan kulit atau diistilahkan flap dari flap di dahi, flap dari pipi kanan, flap dari wajah bawah dan leher kanan," paparnya.
Ia menyebutkan operasi sendiri telah berlangsung sejak 10 hari lalu dan membutuhkan waktu ini selama 4,5 jam. "Pasca-operasi, Alhamdulillah sudah tertutup semua bagian-bagian wajah yang hilang. Hidung sudah kita bentuk dengan kulit dahinya, mata dan kelopak matanya sudah kita tutup. Bibir atas kita bentuk dari bagian bibir bawah bisa kita modifikasi atau rekonstruksi membentuk bibir atasnya," papar Dedy.
Dari kondisi pemantauan setelah operasi ke empat ini dan mengevaluasi kondisi umum dan kondisi lokal dari penyembuhan luka-luka dan penyembuhan flapnya itu telah dinilai penyembuhannya baik. "Menjadi masalah adalah adanya kendala dari psikis pasien. Sempat mental pasien agak jatuh akan tetapi dengan dukungan tim psikiater RSUP Dr M Djamil, pasien dapat pulih kembali secara psikologis," sebut Dedy.
Masalah kedua, masalah gizinya. Karena bedah plastik melakukan dengan banyak flap. Untuk di sisi kanan saja menggunakan lima flap. "Dimana di dalam mulut intraoralnya banyak juga jahitan. Kondisi demikian kita koordinasikan dengan bagian gizi, bagaimana sebaiknya pasien melakukan diet," ucap Dedynext


Komentar