Saat Rasa Legendaris Rendang Asese Menembus Pasar Dunia Bersama BNI

Ekonomi- 22-06-2026 15:35
Kesibukan salah satu petugas di stan 'WONDR FOOD' saat menyiapkan kemasan Rendang Asese untuk pembeli saat pameran Dhawa Festival (Dhawafest) Pesona 2026 yang berlangsung di Gedung Dhanapala, Kompleks Kemenkeu, Jakarta, pada 4--6 Maret lalu. Dukungan BNI menjadi saksi popularitas hidangan khas Padang ini. IST
Kesibukan salah satu petugas di stan 'WONDR FOOD' saat menyiapkan kemasan Rendang Asese untuk pembeli saat pameran Dhawa Festival (Dhawafest) Pesona 2026 yang berlangsung di Gedung Dhanapala, Kompleks Kemenkeu, Jakarta, pada 4--6 Maret lalu. Dukungan BNI menjadi saksi popularitas hidangan khas Padang ini. IST

Menatap Garis Horizon Dunia

Bagi usaha yang lahir dari kesederhanaan dapur keluarga 23 tahun lalu, seluruh pencapaian hari ini terasa bagai mimpi. Di ruang produksinya yang kini bertransformasi menjadi bersih, modern, dan tertata rapi, Eva Milza berdiri menarik nafas panjang penuh rasa syukur atas setiap kerikil tajam yang telah dilaluinya. Dari titik awal penuh ketidakpastian di tahun 2003 saat ia harus berjalan kaki menenteng keranjang jualan, kini produk Rendang Asese telah menjangkau pelanggan dari Sabang hingga Merauke, bahkan melintasi batas negara.

Kepemilikan sertifikasi mutu internasional HACCP yang berpadu dengan infrastruktur ekspor serta keunggulan teknologi finansial digital BNI menjadi pondasi kokoh bagi Rendang Asese untuk menatap masa depan. Fokus bidikan Eva selanjutnya adalah penetrasi pasar internasional secara lebih agresif dengan mengandalkan lini produk bumbu masakan Minang siap pakai.

Berbagai dokumen legalitas internasional, sertifikasi kesesuaian pangan, hingga optimasi jalur distribusi logistik luar negeri saat ini tengah dimatangkan bersama jaringan global BNI. Di tengah limpahan apresiasi pasca-Dhawafest 2026, Eva tetap menjadi sosok perempuan Minang yang membumi.

Ia berharap program pembinaan UMKM yang terintegrasi dari hulu ke hilir seperti yang dilakukan BNI dapat terus diperluas skalanya agar semakin banyak pelaku usaha kreatif di pelosok Nusantara memiliki kesempatan naik kelas ke panggung global. "Jangan pernah sesali langkah yang sudah dimulai, dan jangan pernah ada kata putus asa. Jika kita mau terus menjaga kejujuran kualitas produk, rendah hati mempelajari inovasi teknologi, serta berani membangun kolaborasi strategis dengan pihak yang tepat, maka InsyaAllah, Tuhan akan selalu membukakan jalan menuju kesuksesan yang berkah," tutur Eva.

Lebih dari dua dekade berlalu sejak aroma wangi rendang pertama kali mengepul dari dapur sempit di Jalan Alang Laweh II. Banyak hal di dunia telah berubah, teknologi kecerdasan buatan berkembang cepat, lanskap pasar bergerak dinamis, dan peta persaingan kuliner kemasan di Kota Padang semakin ketat.

Namun, di tengah pusaran arus modernisasi itu, ada satu hal yang tetap berdiri kokoh di dapur Rendang Asese, keyakinan ideologis bahwa warisan tradisi harus tetap dijaga kesucian cita rasanya, dirawat keberadaannya, dan ditinggikan martabatnya. Di bawah kendali tangan dingin Eva Milza dan sokongan ekosistem digitalisasi serta kemitraan global BNI, sepotong rendang menjelma menjadi jembatan kultural indah yang menghubungkan nilai masa lalu dengan dinamika masa depan.(*)

Komentar