.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan kawasan bawah lereng Gunung Singgalang, mengingat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari kedepan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menerima informasi dari warga bahwa kejadian banjir dan longsor di kawasan tersebut bukan pertama kali terjadi.
Menurut keterangan warga, peristiwa serupa telah berlangsung sebanyak tiga kali, dengan kejadian pertama tercatat pada 2024 lalu.
Menanggapi kondisi tersebut, Mahyeldi menyebut Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan cepat.
Koordinasi juga diperlukan untuk memperkuat langkah mitigasi dan penanganan jangka panjang guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Selain di Pandai Sikek, banjir juga dilaporkan terjadi di Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, pada Minggu siang (1/11/2026).
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau menjauhi aliran sungai apabila debit air meningkat atau arus terlihat semakin deras. (*/dpg)


Komentar