.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih rutin sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan kerja.
Kepada para pencari kerja, ia mengingatkan agar mencermati persyaratan setiap posisi serta mempersiapkan biodata atau Curiculum Viate (CV) dan dokumen pendukung secara lengkap dan sesuai ketentuan.
Selain memperluas akses lowongan, Mahyeldi juga menekankan pentingnya kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (link and match).
Pendidikan vokasi, SMK, dan lembaga pelatihan perlu terus diperkuat agar mampu menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Upaya tersebut juga harus didukung pengembangan kewirausahaan, peningkatan investasi, serta perluasan akses informasi pasar kerja.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pasar Kerja Kemenaker RI, Nur Hidayat menjelaskan, persoalan pengangguran tidak semata-mata disebabkan terbatasnya lowongan pekerjaan, tetapi juga ketidaksesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan (mismatch).
Melalui Karirhub dalam ekosistem SiapKerja, Kemenaker berupaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara lebih efektif berdasarkan kualifikasi dan kebutuhan masing-masing.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Firdaus Firman melaporkan bahwa hingga Rabu pagi (4/11/2026) tercatat sebanyak 43 perusahaan telah bergabung dengan total 1.342 formasi jabatan.
Jumlah pencari kerja yang telah mendaftar mencapai 2.658 orang. Seluruh proses rekrutmen dilaksanakan secara daring melalui laman siapkerja.kemnaker.go.id selama 4--10 November 2026. (*/dpg)


Komentar