Jakarta, Arunala -- Sebanyak 19 kepala daerah di Indonesia dapat teguran keras dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Sabtu (17/7).
Teguran Mendagri itu terkait belum merealisasikan anggaran Covid-19 secara optimal di daerahnya masing-masing, baik menyangkut penyerapan belanja penanganan Covid-19 hingga insentif tenaga kesehatan.
"Teguran ini sudah saya sampaikan kepada 19 kepada daerah pada Sabtu (17/7)," sebut Tito dalam konferensi pers virtual di YouTube kemarin.
Tito mengatakan, berdasarkan penyisiran dan beberapa kali dengan kepala daerah, pihaknya menemukan belanja anggaran untuk peralatan penanganan Covid-19 dan intensif untuk tenaga medis di beberapa daerah masih belum banyak berubah.
"Karena itu, hari ini (Sabtu, red), kami sampaikan teguran tertulis. Langkah ini, mohon maaf, cukup keras karena jarang kami keluarkan kepada 19 provinsi, dengan data-data yang kita miliki, data kuat," tegas Tito.
Tito juga menyesalkan, belum adanya perkembangan atas penyerapan anggaran yang baik dari 19 daerah tersebut. Padahal anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD masing-masing,
"Uangnya ada, tapi belum direalisasikan untuk kegiatan penanganan Covid, kemudian untuk insentif tenaga kesehatan, dan lain-lain," ujarnya.
Menurut Tito, bisa saja kepala daerah memang tak mengetahui persoalan realisasi anggaran penanganan Covid-19. Karena, terkadang Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) di daerah yang lebih memahami persoalan anggaran tersebut.
"Sementara kepala daerah kadang-kadang, kami beberapa kali ke daerah banyak yang tidak tahu posisi saldonya seperti apa. Nah ini kami keluarkan surat resmi," tuturnya.
Selain itu, Tito menambahkan, Kementerian Dalam Negeri juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait PPKM Darurat. Salah satu isinya adalah meminta aparat keamanan untuk tetap tegas, tapi juga mengedepankan rasa manusiawi dan humanis.
"Juga membantu masyarakat ketika yang kesulitan ekonomi. Jadi tidak hanya tindak tegas, tapi juga ada bantuan dalam bentuk pembagian masker, sembako, suplai makanan, atau makanan sehat," ujar Titonext


Komentar