Padang, Arunala.com - Kasus monkeypox (cacar monyet) kembali terjadi di Indonesia. Hingga Rabu (1/11), Kementerian Kesehatan RI mencatat ada 29 total kasus terkonfirmasi cacar monyet di Tanah Air.
Rinciannya 23 kasus terdapat di DKI Jakarta; satu kasus berasal dari Bandung, Jawa Barat; dua kasus berada di Tangerang Selatan; dua kasus di Kabupaten Tangerang; dan satu kasus di Kota Tangerang, Banten.
"Kita berharap di Sumbar tidak ditemukan kasus monkeypox ini. Kita akan hambat termasuk dari pintu masuk negara," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumbar dr Reina Sovianty MKes, saat Seminar Kesiapsiagaan Penanganan Kasus Monkeypox, melalui kanal YouTube RSUP M Djamil, Rabu (1/11).
Reina menyebutkan monkeypox merupakan penyakit oleh virus langka (virus yang ditularkan dari hewan ke manusia) dengan gejala pada manusia menyerupai muncul pasien cacar, meski pun tidak separah cacar.
Monkeypox ini merupakan bagian dari genus Ortopokvirus, dan marga Poksiviridae.
"Ada dua sub jenis monkeypox ini. Klas Afrika Barat menyebabkan infeksi lebih ringan, angka kematian rendah dan angka penularan dari orang ke orang lebih rendah dibanding klad Lembah Kongo," tuturnya.
Untuk saat ini, sebut Reina Sovianty, gambaran bahwa 84,3 persen itu terjadi pada kelompok laki-laki berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL). Dan 6,5 persen teridentifikasi pada kelompok biseksual.
"Paling berisiko adalah orang yang tinggal dengan atau memiliki riwayat kontak erat (termasuk kontak seksual) dengan seseorang terinfeksi monkeypox. Atau yang memiliki kontak rutin dengan hewan yang terinfeksi," ungkap Reina Sovianty.
Namun demikian, kata Reina Sovianty, juga perlu memperhatikan bahwa tenaga kesehatan juga memiliki risiko tertular penyakit monkeypox ini.


Komentar