.
Ia menyebutkan bayi baru lahir, anak-anak, dan orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh juga berisiko mengalami gejala-gejala lebih serius.
"Bahkan kematian akibat monkeypox ini," ujarnya.
Sementara itu, Dokter Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi dr Fadrian SpPD-KPTI menjelaskan penularan dari hewan terinfeksi monkeypox baik melalui garukan atau gigitan hewan. Atau dari daging hewan yang dimasak kurang matang dari hewan terinfeksi. Kemudian transmisi berlanjut dari manusia ke manusia.
Tetap saja prinsipnya kontak langsung dari cairan. Baik dari cairan lesinya atau cairan tubuh lainnya. Bisa darah ataud droplet.
"Kontak langsung ini bisa melalui hubungan seksual dan kulit ke kulit. Sedangkan kontak tidak langsung melalui barang-barang atau kain-kain yang digunakan oleh orang yang terkena infeksi. Atau kontak kain ke orang lain. Artinya ini sangat infeksius dibanding penyakit-penyakit yang berbasis ruam lainnya. Bisa juga ditularkan dari ibu hamil ke janinnya melalui plasenta," tuturnya.
Interval dari infeksi hingga gejala muncul pertama kali, sebut dr Fadrian, biasanya rentang 6 sampai 13 hari. Namun biasanya mempunyai rentang waktu dari 5 hingga 21 hari.
"Periode infeksi monkeypox ini ada dua. Yakni periode akut atau prodromal (0-5 hari). Ditandai dengan adanya demam, sakit kepala, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Kemudian fase erupsi, ruam bermunculan 1-3 hari setelah munculnya gejala demam. Dimulai dari bagian wajah dan menyebar ke seluruh tubuh dan ekstremitas," paparnya.
Ia menyebutkan gejala dan tanda monkeypox adalah demam di atas 38 derajat celcius dan ruam setelah tiga hari. Penampakan ruamnya yakni makula, papula, vesikel, pustul.
"Jenis ruam sama pada setiap fase di semua area tubuh," tuturnya.
Kemudian, perkembangan ruamnya lambat, 3 sampai 4 minggu. Distribusi ruamnya mulai dari kepala, lebih padat di wajah dan anggota badan, muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Khas dari monkeypox ini penampakan limfadenopati.
"Dan angka kematian relatif tinggi 3 sampai 6 persen," ungkap dr Fadrian.


Komentar