Padang, Arunala.com - Setiap Puskesmas di Sumbar sudah dilengkapi dengan alat ultrasonografis (USG). Dengan kehadiran alat tersebut di Puskesmas memberikan manfaat untuk mencegah stunting.
"Jika dilihat USG sudah ada di semua Puskesmas. Akan tetapi USG itu bukan hanya dimanfaatkan untuk melihat hidup atau tidak," kata Direktur Utama RSUP M Djamil Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS FISQua saat Seminar Apkesmi Sumbar di The ZHM Premiere Padang, Kamis (7/11).
Seminar ini bertemakan Merangkul Perubahan: Solusi Kreatif dalam Mencegah dan Mengatasi Stunting dalam Kepemimpinan Strategis.
Selain Dovy Djanas, juga menghadirkan narasumber Rektor UNP Prof Ganefri PhD, Guru Besar Ilmu Gizi FK Unand Prof Dr dr Masrul MSc SpGK. Dan dimoderatori oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr Lila Yanwar MARS.
Ia mengatakan pertumbuhan janin yang terlambat bisa dideteksi dengan menggunakan alat USG sehingga dokter di Puskesmas bisa melakukan identifikasi.
"Kita berharap jika sudah disediakan USG minimal dokter-dokter di Puskesmas yang memiliki kompetensi pemeriksaan USG bisa melihat pertumbuhan janin. Apakah sesuai atau tidak dengan usia kehamilan," ungkapnya.
Jika hasil pemeriksaan USG pertumbuhan janin yang terlambat, sebut Dovy, bisa dilakukan intervensi gizi kepada ibunya.
"Sehingga proses kehamilan menjadi lebih baik dan anak tidak lahir dengan kondisi stunting," ucapnya.
Ia mengatakan melalui USG, bisa dilakukan pemeriksaan air ketuban.
"Kalau air ketubannya tidak sesuai dengan kehamilan maka salah satu risiko akan terjadi pertumbuhan janin. Itu minimal yang harus dipahami," tutur Dovy seraya mengatakan melalui USG, juga bisa melihat aliran darah di dalam rahim atau pada tali pusar.


Komentar