Leonardy Harapkan Pemprov Sumbar Serius Perhatikan Sektor Pertanian

Metro- 26-12-2023 11:25
Anggota DPD RI asal Dapil Sumbar, Leonardy Harmainy saat diskusi dengan kepala Bappeda Sumbar, Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, di ruang kerja kepala Bappeda, Selasa (26/12). (Dok : Istimewa)
Anggota DPD RI asal Dapil Sumbar, Leonardy Harmainy saat diskusi dengan kepala Bappeda Sumbar, Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, di ruang kerja kepala Bappeda, Selasa (26/12). (Dok : Istimewa)

.

"Dalam rapat dengan masyarakat ini, ada sumber air di Bukit Putih. Hanya saja sumber air ini berada di seberang Batang Agam," terang Leonardy.

Kemudian, tambah Leonardy, dari beberapa kali peninjauan lapangan, termasuk dengan tim teknis dari PSDA Sumbar, maka didapat kesimpulan, sumber air di Bukit Putih dapat digunakan dengan sistem pipanisasi, menyeberangi Batang Agam, dan di bagian atas sawah dibuat bak penampung.

Lalu, air dialirkan ke sawah hingga masyarakat di Simarasok sekarang sudah bisa panen hingga 2-3 kali setahun.

Leonardy menegaskan, dari kunjungan ke nagari-nagari di Sumbar, banyak pengaduan dari masyarakat bahwa saluran tersier sudah banyak yang rusak. Bahkan saluran primer di hulu banda sudah ada yang bocor bahkan rusak sehingga mengganggu aliran air ke sawah petani.

"Ini perlu perhatian kita bersama. Agar Sumbar bisa kembali swasembada pangan. Jangan sampai PDRB dari sektor pertanian turun dari 24 persen," tukasnya. Pertanian, lanjut Leonardy, biasanya adalah sektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Sumbar.

"Sekarang sudah berada pada 21 persen atau turun 3 persen. Apakah kita tidak tersentuh dengan hal ini untuk lebih memperhatikan sektor pertanian kita?" ujarnya lagi.

Untuk itu Leonardy menekankan, perlu jadi perhatian Bappeda Sumbar, penguatan di sektor pariwisata, perdagangan, jasa, pendidikan dan kesehatan serta industri di bidang pengolahan.

Hendaknya ada upaya signifikan untuk memacu pendapatan asli daerah dari sektor ini.

"Aset-aset pemerintah daerah hendaknya juga diperhatikan agar memberikan keuntungan optimal terhadap daerah," pungkas Leonardy.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, menyambut baik kunjungan Anggota DPD RI ini. Bahkan dirinya memanfaatkan kehadiran Senator ini untuk penguatan program RPJPD Sumbar 2025-2045.

"Kami berharap saat pemerintah membahas RPJPN 2025-2045 itu nantinya bersama DPD RI, agar DPD bisa memberikan masukan pada RPJPN itu untuk bisa mengadopsi muatan lokal yang menjadi aspirasi serta kepentingan daerah dan masyarakat daerah.

"Dalam dua minggu terakhir ini, kami banyak lakukan FGD guna membahas PPJM Sumbar 2025-2045. Harusnya RPJPD 2005-2025 dan RPJPN 2005-2025 berakhirnya beriringan pada 2025 nanti," sebut Medinext

Komentar