.
"Hasil manfaat dari wakaf produktif ini akan disalurkan kembali kepada siswa dalam bentuk beasiswa. Hal ini sebagai upaya peningkatakan kualitas pendidikan di Sumbar khususnya di madrasah. Tujuannya menuju kualitas pendidikan yang unggul melalui gerakan wakaf," ulasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris BWI Yufrizal sekaligus Kepala Bidang Penais Zawa mengatakan, untuk gerakan wakaf jamaah haji dan umrah, langkah awalnya adalah melakukan sosialisasi kepada seluruh Bank Penerima Setoran (BPS) biaya haji.
"Kita imbau pihak BPS untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya literasi penguatan wakaf kepada jemaah yang akan melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Kemudian proses pengumpulan wakaf dilakukan oleh Bank penerima setoran," kata Yufrizal.
Sehubungan dengan itu lanjut Ketua Kenaziran BWI ini, lembaga penaziran BWI Sumbar akan membuka rekening nazir diseluruh bank yang ditunjuk pemerintah untuk pelunasan Bipih.
"Saat pelunasan, pihak bank akan menawarkan kepada jamaah haji untuk ikut serta dalam gerakan wakaf dengan motto, sempurnakan hajimu dengan berwakaf. Wakaf yang diberikan sesuai dengan kesanggupan dan niat jamaah haji. Bagi yang berwakaf di atas Rp 1 juta akan diberikan sertifikat wakaf," pungkas Yufrizal.
Sementara untuk jamaah umrah, BWI akan bekerjasama dengan bank penerima setoran dan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang telah berizin. Mekanismenya juga sama dengan wakaf bagi jamaah haji," tukasnya.(ril/*)
Halaman 12


Komentar