.
Total penyaluran kredit/pembiayaan kepada usaha mikro tahun 2023 mencapai Rp 1,05 triliun, tumbuh Rp 333,34 miliar atau 46,24 persen dari tahun 2022.
"Total penyaluran kredit/pembiayaan kepada usaha kecil tahun 2023 mencapai Rp 4,12 triliun, tumbuh Rp 591,41 miliar atau 16,76 persen dari tahun 2022. Dan total penyaluran kredit/pembiayaan kepada usaha menengah tahun 2023 mencapai Rp 1,08 triliun," ujar Irsyad.
PT Bank Nagari, sebut Irsyad, ikut serta dalam mendukung program pemerintah diantaranya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit KPR FLPP.
Dalam penyaluran KUR Bank Nagari tahun 2023 mencapai Rp 2,02 triliun yang diberikan kepada 11.948 debitur. Terdiri dari penyaluran KUR Konvensional sebesar Rp 1,61 triliun kepada 8.613 debitur. Dan penyaluran KUR Syariah sebesar Rp408,01 miliar kepada 3.335 debitur.
"Dalam penyaluran KPR FLPP Bank Nagari Tahun 2023 mencapai Rp 131,98 miliar dengan jumlah unit sebanyak 909 unit," sebut Irsyad.
Lebih lanjut Irsyad menyampaikan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2023 terealisasi sebesar Rp 25,59 triliun, tumbuh Rp 1,39 triliun atau 5,64 persen dari tahun 2022. Terdiri dari DPK Konvensional tahun 2023 mencapai Rp 22,24 triliun, tumbuh Rp 733,67 miliar atau 3,41 persen dari tahun 2022.
"Ini ditopang oleh Giro Rp 2,44 triliun, Tabungan Rp 6,91 triliun dan Deposito Rp 12,88 triliun," sebutnya.
Total DPK Syariah tahun 2023 mencapai Rp 3,71 triliun, tumbuh Rp 652,67 miliar atau 21,36 persen dari tahun 2022.
"Ditopang oleh pertumbuhan Giro sebesar Rp 212,47 miliar dan pertumbuhan Tabungan sebesar Rp 487,98 miliar," ungkap Irsyad.
Sementara rasio keuangan Bank Nagari selama 2023, sebut Irsyad menjelaskan CAR mencapai 21,68 persen, meningkat dari tahun 2022. Ini sejalan dengan pertumbuhan setoran modal disetor dan laba bersih bank.
"ROA sebesar 2,21 persen dan ROE sebesar 15,47 persen yang meningkat dari tahun 2022. Ditopang oleh laba bersih yang mencapai Rp 523,16 miliar pada tahun 2023," ungkapnya.
Kemudian, NIM sebesar 6,46 persen atau diatas 6 persen, masih tergolong tinggi dibandingkan dengan rata-rata NIM BPD SI yang berada di kisaran 5 persen. LDR sebesar 92,62 persen masih berada di dalam rentang tresshold perbankan.


Komentar