Evi Yandri: Jangan Pernah Lupakan Sejarah Peristiwa Sitijuah

Metro- 15-01-2026 16:08
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman bersama para anggota dewan dari Kabupaten Limapuluh Kota seusai upacara peringatan peristiwa Situjuah, di kabupaten itu, Kamis (15/1/2026). IST
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman bersama para anggota dewan dari Kabupaten Limapuluh Kota seusai upacara peringatan peristiwa Situjuah, di kabupaten itu, Kamis (15/1/2026). IST

Limapuluh Kota, Arunala.com - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan, peristiwa Situjuah merupakan momen bersejarah bagi Sumbar, khususnya Kabupaten Limapuluh Kota.

"Jadi, dengan mengingat sejarah, nilai dari peristiwa tersebut bisa terus dimaknai dan menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk daerah, bangsa dan negara," ujar Evi Yandri disela- sela upacara peringatan peristiwa Situjuah ke-77, di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota,

Kamis (15/1/2026).

Ia menerangkan, peristiwa Situjuah ini mengandung banyak pelajaran dan bermanfaat untuk terus dimaknai bersama.

"Peristiwa Situjuah mengajarkan tentang betapa pengkhianat bisa berdampak amat besar. Dengan begitu demi daerah dan bangsa penting sekali untuk menjaga kebersamaan dalam perjuangan," ucap Evi Yandri.

Ia mengatakan, pengkhianatan dalam peristiwa Situjuah, telah mengakibatkan tercorengnya semangat perjuangan. Akibatnya sejumlah pejuang wafat dalam peristiwa tersebut.

Hal ini menurutnya, menjadi momen bersejarah yang mesti selalu diingat untuk menjadi pelajaran.

Ia menambahkan, dengan mengingat sejarah berdampak pula pada tumbuhnya rasa nasionalisme serta semangat kebersamaan.

Untuk itu secara pribadi maupun kelembagaan DPRD, dirinya mengajak seluruh unsur untuk tetap menghargai semua momen bersejarah yang telah terjadi di provinsi ini maupun nasional.

Di sisi lain, Evi Yandri menjelaskan, peristiwa Situjuah merupakan kontribusi sangat besar Sumbar dalam menyelamatkan negara republik Indonesia dengan berdirinya PDRI.

Peringatan peristiwa Situjuah, kata dia, merupakan bagian dari peringatan bela negara.

"Pada peristiwa Situjuah telah banyak korban nyawa. Ini mesti kita ingat dan hargai. Kita tidak boleh melupakan peristiwa ini. Kita mesti mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi negara," ujarnya lagi.

Ia menghimbau masyarakat menjadikan perisitiwa Situjuah sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi dari rangkaian terjadinya peristiwa terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dimulai pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, tepat ditengah masa Agresi Militer Belanda Ke-II saat itu. (tqa)

Komentar