Padang, Arunala.com -- Realisasi APBN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sampai dengan 30 November 2023 sebesar Rp7,072 triliun atau 90,09 persen dari target APBN. Sementara realisasi belanja negara mencapai Rp27,966 triliun atau 87,82 persen dari pagu APBN. Sedangkan belanja modal paling rendah yaitu 67,06 persen karena banyak proyek fisik yang kontraknya berakhir di Desember 2023.
Hal ini diungkapkan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DPJb) Sumbar, Syukriah kepada Anggota Komite IV DPD RI, H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH dalam kunjungan kerjanya sekaitan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-undang No.28 Tahun 2022 tentang APBN Tahun Anggaran 2023, beberapa hari lalu di Padang.
Senator Leonardy mengatakan, sangat menarik sekali ketika Syukriah menyebutkan upaya yang dilakukan DJPb Sumbar dalam membantu percepatan pertumbuhan ekonomi di Sumbar melalui sinergi SMV, sedangkan di Sumbar sendiri ada 7 SMV yang siap bersinergi di Sumbar.
Keberadaan Sinergi SMV ini perlu dikenal luas oleh pemerintah provinsi, kabupaten kota dan masyarakat Sumbar. Akan banyak pelaku usaha yang terbantu.
"Tapi dari SMV yang ada itu, yang cukup menarik adalah SMV LPDP. Saya catat penjelasan dari DPJb tentang jumlah orang Sumbar yang telah memanfaatkannya. Baru 1.082 orang atau 2,6 persen. Saya yakin akan banyak lahir sarjana S2 dan S3 baik dalam maupun luar negeri serta dokter spesialis serta subspesialis baru di Sumbar dengan semakin banyak yang dapat memanfaatkan beasiswa dari LPDP ini," ujar pria yang setiap tahun selama periode 2019-2024 selalu terpilih sebagai Ketua Badan Kehormatan DPD RI, kepada wartawan di Padang, Jumat (22/12).
Tidak hanya itu, Leonardy juga melihat Kanwil DPJb Sumbar juga ada SMV untuk membantu UMKM melalui pembiayaan UMI (SMV PIP) dan pemberdayaan UMKM siap Ekspor (SMV LPEI).
Leonardy menambahkan, tadi saat memasuki Kantor DPJb terlihat dukungan DPJb terhadap UMKM Sumbar. Ada display produk Sumbar. Bahkan ada UMKM yang akan dibina hingga bisa ekspor. Diantaranya UMKM yang akan memproduksi bumbu rendang untuk diekspor ke Eropa karena tidak memungkinkan mengekspor daging rendang karena daging di luar negeri lebih murahnext


Komentar