Padang, Arunala.com - KPU Sumbar bersama KPU kabupaten kota dan stakeholder terkait melaksanakan rapat koordinasi (rakor) tata kelola logistik pemilihan serentak nasional 2024, Kamis sore (31/10/2024).
Rakor ini ditujukan meningkatkan koordinasi KPU se Sumbar deg stakeholder terkait di Sumbar, agar proses tata kelola logistik itu berjalan dengan baik.
Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen menyebutkan tinggal 27 hari lagi pelaksanaan pemungutan suara pemilihan serentak.
"Seiring dengan itu intensitasnya meningkat dilakukan KPU. Dan kini proses yang sedang dijalankan KPU adalah pengadaan logistiknya," kata Surya Efitrimen.
Meski begitu, jelasnya, KPU Sumbar dan jajarannya tetap berkomitmen mengadakan logistik pemilihan ini tepat jenis, tepat jumlah, tepat muti, tepat waktu, tepat sasaran, dan efisien.
Dia melanjutkan, dalam pengadaan logistik itu hingga proses distribusi ke TPS, ada perbedaan dengan proses tata kelola pada pengadaan logistik saat pemilu lalu.
"Saat itu, pengelolaan logistik menyesuaikan dengan kondisi saat itu, diantaranya alur distribusi melalui jalur laut, karena saat itu prosesnya bersamaan saat Natal dan tahun baru, sehingga seluruh logistik saat itu diturunkan di Teluk Bayur.
Sedangkan logistik untuk pemungutan suara ulang (PSU) DPD RI, pengirimannya melalui jalur udara, mengingat pengadaannya tidak kurang dari 30 hari lamanya.
"Untuk pemilihan serentak ini, proses pendistribusian logistiknya menggunakan jalur darat, mengingat kami milik waktu 60 hari untuk pengadaan logistik itu," kata Surya Efitrimen.
Ia juga menegaskan, target KPU, logistik pemilihan itu sudah harus sampai di masing-masing gudang KPU kabupaten kota paling lambat di awal November.
"Dan, Alhamdulillah, nyata logistik itu semuanya sudah sampai di masing-masing kabupaten kota, bahkan ada diantara KPU itu yang sudah memulai proses sortir dan lipat surat suara," ucap Surya Efitrimen lagi.
Ketua KPU Sumbar ini memaparkan, pengadaan logistik pemilihan di Sumbar dibagi dalam dua tahap. Untuk tahap pertama bentuknynext


Komentar