Padang, Arunala.com - Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Sumbar mendeteksi ada belasan potensi kerawanan pemilihan serentak di Sumbar.
Data itu didapat BIN dari hasil penelitian dan pengumpulan bahan di semua kabupaten kota termasuk provinsi di Sumbar.
Penjelasan adanya belasan potensi kerawanan itu diungkapkan pihak BIN daerah Sumbar melalui Letkol Adm Andriyani saat rakor tata kelola logistik pemilihan serentak nasional untuk Sumbar, di Padang, Kamis sore (31/10/2024).
Ia menjelaskan, BIN mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan proses pemilihan serentak secara nasional, termasuk di Sumbar berikut kabupaten kotanya.
Dengan fungsinya ini, terang Andriyani, BIN daerah Sumbar juga mencatat ada beberapa potensi kerawanan yang bisa saja terjadi saat pemilihan itu berlangsung.
"Hal-hal yang seperti jelas mengganggu stabilitas dan keamanan pelaksanaan pemilihan ini," ungkap perempuan berpangkat Letnan Kolonel ini.
Dari belasan potensi kerawanan itu, Andriyani memaparkan ada beberapa diantaranya yang dinilai dapat perhatian intens.
"Potensi kerawanan yang berada pada urutan pertama dalam pemetaan BIN daerah Sumbar adalah menyangkut netralisasi ASN yang ada di beberapa daerah di Sumbar," ungkapnya.
Potensi ini, sebutnya, terutama terjadi pada masa kampanye pasangan calon (paslon).
"Mulai dari tahapan awal sampai hari ini, kami sudah menemukan 55 kasus kerawanan ini. Kami sudah sampaikan hal tersebut kepada KPU dan Bawaslu untuk ditindaklanjuti," kata Andriyani.
Ia melanjutkan, dari semua kasus yang disampaikan itu, tujuh kasus diantaranya sudah ditindaklanjuti oleh Bawaslu Sumbar maupun Bawaslu kabupaten kota.
Menyangkut dugaan pelanggaran netralitas ASN, Andriyani menjelaskan hampir terjadi di semua kabupaten kota di Sumbar ditemukan kasus seperti ini.
Seperti yang terjadi di Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Tanahdatar, Sijunjung, Kota Bukittinggi dan beberapa daerah lainnyanext


Komentar